CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Pages

Rabu, 18 Januari 2012

Masa Kanak-Kanak 

Pada peralihan waktu dari siang ke malam tanggal 1 Oktober 1995 Allah memberikan Rahmat-Nya kepada pasangan suami istri Hermawan Setiadi dan Sri Hastuty berupa kelahiran  seorang bayi perempuan yaitu penulis dengan berat 3,4 kg dan panjang 50 cm yang kemudian diberi nama Sekar Dwiska Tyadi.
            Nama Sekar ini diberikan oleh orang tuaku yang memiliki arti bunga, diharapkan penulis tumbuh menjadi anak yang membanggakan dan dapat mengharumkan nama kedua ayah bundanya. Sedangkan Dwiska yang menunjukan bahwa aku merupakan anak kedua, dan Tyadi merupakan nama gabungan kedua orang tuanya yaitu Hastuty dan Setiadi.  
            Tahun pun berlalu, aku tumbuh menjadi bocah yang lucu menggemaskan dengan kulit yang berwarna sawo matang dan mata yang sipit. Aku pada saat itu tergolong anak yang manja, pemalu, dan sangat susah untuk bergaul. saat berpergian misalnya, aku tidak pernah jauh-jauh dari ibunya karena aku agak canggung dengan dunia luar. Namun, jika aku telah mengenal orang-orang, maka aku pada saat itu merupakan bocah yang asyik untuk diajak bercanda. 








Masa Sekolah

Taman Kanak-Kanak
Karena sifatku yang  pemalu dan susah beradaptasi di lingkungannya, maka saat itu aku terlambat untuk memasuki masa taman kanak-kanaknya. Pada saat itu, aku selalu bertanya pada ibuku bagaimanakah rasanya bersekolah dan memiliki banyak teman, dan ibuku akan segera bercerita pada penulis tentang indahnya memiliki teman yang banyak dan bermain bersama. Pada saat itu pun, aku termotivasi untuk segera bersekolah dan mencoba untuk mencari banyak sahabat.
            Hari pertama sekolah pun tiba, aku sangat antusias untuk berangkat ke sekolah barunya, yaitu TK. IKAL DOLOG (jalan dokter susilo). Ditemani ibuku, aku berangkat dengan berjalan kaki karena sekolahnya relative dekat dengan rumahku. Sengaja dipilihkan oleh ibuku agar mudah dijangkau dari rumah. Sesampainya aku di sekolah, aku pun mulai merasa tidak nyaman dengan lingkungan. Bertemu dengan guru baru yang asing, awalnya aku merasa biasa saja namun disaat aku melihat temanku yang menangis meminta pulang, maka aku pun takut dan akhirnya aku selalu meminta ibu untuk menungguku sampai aku pulang.
            Berapa lama di sekolah itu, aku mulai bisa beradaptasi bahkan tumbuh menjadi anak yang aktif dan ceria. Aku suka bernyanyi di depan kelas, menari, dan menggambar. Aku juga telah memiliki banyak teman disana. aku juga anak yang tanggap dan cepat menangkap apa yang diajarkan guru. Maka pada  saat itu, guruku suka mengikutsertakan aku dalam lomba seperti lomba menyanyi dan lomba mewarnai. Walaupun aku tetap memiliki rasa malu dan sering menangis karena takut ditinggal ibu saat di sana perlombaan, namun pelan-pela aku sudah bisa mengatasi itu semua. Dan jika aku gagal dalam perlombaan, maka aku mulai menyadari bahwa menangis atau ketakutan itu tidak baik. Dibuktikan olehku pada saat tamat taman kanak-kanaknya, aku menjadi salah satu murid berprestasi disana.

Sekolah Dasar
Setelah lulus dari taman kanak-kanak, aku melanjutkan pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi yaitu sekolah dasar. Orang tuaku berniat untuk memasukkanku ke sekolah dasar yang terkenal saat itu yaitu SDN. 2 Rawalaut. Pertama kali aku melihat sekolah itu, aku sangat kagum karena sekolah tersebut sangatlah besar dan megah, namun tidak berwarna warni seperti sekolahku dulu. Aku berfikir pastilah akan ramai orang asing disana dan aku kembali merasa takut. Namun mamaku pun menenangkanku dan rasa takutku sedikit mereda.
            Hari pertama aku masuk, aku duduk di kelas 1D yang muridnya berjumlah 50an siswa. Saat itu aku duduk sebangku dengan teman baruku bernama Nova, Nova adalah anak yang sedikit kasar dan galak. Aku merasa tidak cocok dan kumat sifatku yang dulu, menangis dan tidak ingin ditinggal oleh ibuku. Ibuku pun berkonsultasi pada wali kelasku sehingga akhirnya aku pindah duduk dan aku duduk dengan Atha, Atha adalah anak yang lembut dan mengerti sifat aku. Aku pun cocok dengannya dan mulai terbiasa di sekolah itu.
            Aku tumbuh menjadi anak yang cemerlang dan aktif di di kelasku. Aku juga memiliki banyak teman baru yaitu, Putri, Ines dan Bella. Aku juga bisa mengikuti pelajaran dengan baik, terbukti dengan aku menjadi juara kelas di kelasku. Di kelas 2, aku tetap berada di kelas 2D dan muridnya pun tetap sama. Di saat ingin naik kelas, aku disarankan oleh guru kelasnya untuk mengikuti tes masuk kelas unggulan pada waktu itu. Maka, aku dengan sahabat-sahabatku pun mengikuti tes untuk masuk ke kelas 3 unggulan yaitu kelas 3A. akhirnya setelah dinyatakan lulus tes, aku masuk di kelas unggulan bersama Putri dan Ines. Pada semester pertama, aku yang biasanya menjadi juara kelas kini turun peringkatnya ke peringkat sepuluh di kelas unggulan tersebut. Wajar, karena murid-murid di kelas tersebut merupakan anak-anak yang sangat aktif dan memilliki rasa persaingan yang kuat, sehingga aku harus lebih rajin belajar. Pada semester berikutnya, aku mulai bisa bangkit dan peringkatnya pun bisa naik. Dari kelas 3 sampai kelas 6 aku berada di kelas yang sama dengan murid-murid yang sama. Guru-guru di kelasku mengajarkan murid-muridnya untuk bersifat kritis dan menjadi anak yang selalu ingin tahu.
            Di kelas 6, aku senang dengan kegiatan menari, tari tradisional Lampung yaitu tari bedana. Aku pun sering ikut serta dalam lomba menari, bahkan aku dan teman-temanku sering menari di pesta pernikahan anak guru-guru jika diminta. Walaupun aku suka dengan kegiatan menari, namun aku tetap fokus pada pelajaran di kelasku. Pada akhir ujian nasional, aku dapat mengerjakan soal-soal dengan baik, dan Alhamdulillah aku menjadi salah satu peraih juara umum Ujian Nasional di kelasku dan satu sekolah.

Bersama teman-teman SDku di halaman SMPN 2 Bandarlampung, sehabis tes RSBI 



Sekolah Menengah Pertama 

 Setelah lulus dari sekolah dasar, aku mendaftar pada sekolah menengah pertama tujuanku yaitu SMPN 2 Bandar Lampung yang merupakan sekolah favorit di Bandar Lampung. aku ingin mencoba memasuki sekolah itu pada program RSBInya. Tes yang harus dijalani cukup banyak, seperti seleksi berkas, lalu dilanjutkan dengan tes akademik, tes psikotes, tes kemampuan mengoprasikan komputer, dan yang terakhir adalah tes wawancara bersama orang tua. Pada semua tes aku bisa mengerjakan dengan baik kecuali tes komputer. Pada saat itu aku tidak bisa mengerjakan salah satu perintah pada tes tersebut, sehingga aku merasa sangat down dan sudah pesimis. Setelah tes, keluargaku mengajakku berjalan-jalan untuk mengurangi rasa tegang yang habis aku rasakan dan terus mendukung mendoakanku agar lolos masuk ke SMPN 2 Bandar Lampung.
            Tiba lah hari pengumuman penerimaan siswa baru di SMP 2. Aku melihat pengumumannya melalui internet. Aku merasa pesimis pada saat itu. Setelah satu-persatu nama dilihat, ternyata Alhamdulillah aku lolos dam masuk ke SMP 2. Tak hentinya aku bersyukur saat itu. Maka mulai hari itu, aku resmi menjadi siswa baru SMPN 2 Bandar Lampung.
            Pada hari pertama masuk, aku mengikuti masa orientasi di sekolah baruku. Masa orientasi ini bertujuan untuk mengenalkan siswa-siswa baru tentang sekolah baru tersebut. Aku diajarkan menyanyikan lagu hymne dan mars SMP 2, pbb, dan mengenal wiyata mandala SMP 2. Setelah menjalankan masa orientasi tiba saatnya untuk pembagian kelas. Aku masuk di kelas 7RSBI3. Di kelas itu, hanya sedikit siswa yang merupakan alumni SDN 2 Rawalaut di kelas itu, aku juga tidak sekelas dengan sahabat SDnya yaitu Putri. Sehingga aku pun mulai mencari teman yang baru.
            Aku pertama berkenalan dengan siswi dari SD Al.Azhar yaitu Cindi. Cindi juga adalah murid satu-satunya dari al azhar disana sehingga dia pun belum memiliki teman. Karena kesamaan inilah aku bersahabat dengan Cindi. Setelah beberapa lama masa pembelajaran berlangsung, aku sudah memiliki sahabat sepermainan yaitu Cindi, Fani, Intari, Rara, Rana dan Ribka. Kami sering bermain dan belajar bersama. Biasanya aku dan teman-temanku bermain di rumah nenek Rana. Rumah itu bisa dibilang basecamp tempatku dkk belajar dan bermain. Pada kelas 7 ini, aku dapat mengikuti pelajaran dengan baik, sehingga aku bisa meraih peringkat 3 besar di kelasku.
            Setelah naik ke kelas 8, aku masuk ke kelas 8RSBI3. Di kelas itu, aku tsekelas lagi dengan Cindi. Aku pun bertemu lagi dengan Putri. Di kelas 8, aku mencoba berorganisasi dengan mengikuti kegiatan OSIS. Setelah melalui beberapa tahap tes, aku berhasil menjabat sebagai sekretaris 1 OSIS yang aku inginkan. Di OSIS aku benar-benar merasakan kekeluargaan dan kekompakan. Di saat mengadakan event, semua kompak dan benar-benar dituntut pertanggungjawaban atas tugasnya masing-masing sehingga acara berjalan dengan lancer dan sukses.
            Selain aktif di OSIS, aku juga sering mengikuti lomba bahasa inggris yang aku minati, yaitu Pidato Berbahasa Inggris. Aku sering menggaet juara dalam perlombaan, walau kadang kalah namun aku tidak menyerah dan menjadikan kekalahanku sebagai pembelajaran buat diriku.
            Karena keaktifan dalam berbagai kegiatan, nilaiku pun sedikit turun dari biasanya. Ini disebabkan aku sering tidak mengikuti pelajaran karena dispensasi dan akhirnya aku ketinggalan pelajaran. Namun pada semester kedua, aku bisa mengejar ketertinggalanku dan nilaiku pun kembali naik.
            Semester 4 pun berlalu, aku naik ke kelas 9 yaitu kelas 9 RSBI3. Di kelas ini aku kembali sekelas dengan Cindi dan Putri. Aku sangat senang karena aku tidak terpisah dengan sahabat-sahabatku. Pada semester ini, aku sudah tidak lagi terlalu aktif dalam organisasi karena harus bersiap menghadapi Ujian Nasional.  Namun aku masih sering mengikuti perlombaan bahasa inggris. Di kelas 9 ini, aku benar-benar merasakan kekompakan yang luar biasa di kelasku. Aku dan teman-temanku memberikan nama pada kelas kami yaitu UPIX3. Upix diambil dari nama wali kelas kami yaitu ibu Upik. Ibu Upik merupakan wali kelas yang sangat pengertian, suka bercanda, dan mengerti murid-murid kelasnya. Di kelas ini, aku semakin bersemangat belajar karena keadaan kelas yang sangat asyik.
            Di semester 2, aku benar-benar tidak mengikuti kegiatan apa-apa lagi, sekarang aku disibukkan dengan les unutk menghadapi UAN. Namun walaupun begitu, aku masih sempat bermain dengan teman-temanku sebelum les. Aku juga di rumah disibukkan dengan belajar mengerjakan soal-soal.
            Tiba saatnya Ujian Nasional, aku pun bisa mengerjakannya dengan baik. Hasilnya, walaupun aku tidak masuk pada juara umum UAN di SMP, namun nilai yang dicapai cukup memuaskan. Setelah menerima nilai akhir, aku mengikuti acara perpisahan yang benar-benar mengasyikkan. Saat liburan juga, aku menghabiskan waktuku dengan berlibur bersama kelas kesayanganku, UPIX3. 


 aku bersama kelasnya, UPIX3
               
Sekolah Menengah Atas
Setelah lulus dari SMPN 2 Bandar Lampung, aku mendaftarkan diri ke  sekolah favorit pilihanku, yaitu SMAN 2 Bandar Lampung. Aku mencoba masuk melalui jalur non-tes prestasi Seni dan Olahraga dengan menggunakan kemampuanku berpidato bahasa inggris. Tes diadakan sebelum tes tertulis diadakan. Tes yang pertama yaitu seleksi berkas. Pada seleksi ini, dilihat dari nilai masing-masing pendaftar, apakah nilai mereka lebih dari standar atau tidak. Standarnya saat itu yaitu 75. Alhamdulillah aku lolos pada tahap ini. Dilanjutkan dengan tahap wawancara dengan orang tua. Pasa tes ini, orang tu pendaftar akan diwawancara sedangkan pendaftar akan dites kemampuannya. setelah tes selesai, aku dinyatakan lulus dan masuk ke SMAN2 Bandar Lampung. Aku sangat bersyukur saat itu.
Hari pertama sekolah pun tiba, aku mengikuti masa orientasi di SMA 2. Setelah MOS 6 hari berlalu, aku masuk ke kelas X6 dengan wali kelas Ibu Emmywati Noer.
Aku mengikuti beberapa ekskul yaitu HSEC dan Bina Vokalia. Tadinya aku ingin mengikuti ukskul ssbc, namun aku mengurungkan niatku karena sudah terlalu banyak kegiatan yang aku ikuti, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Walaupun masih kelas satu tetapi aku sudah disibukkan dengan banyak kegiatan les dan ekskul. Aku beranggapan SMA ini adalah masa dimana kita dapat mengekspresikan diri sekaligus masa penentuan bagaimana kehidupan kita dewasa nanti. Maka dari itu aku melakukan banyak kegiatan agar dapat meraih cita-citaku kelak.


aku dan sahabatku, aku berada di tangah :)








0 komentar:

Posting Komentar