Masa Kanak-Kanak
Pada peralihan waktu dari siang ke malam tanggal 1 Oktober 1995 Allah memberikan Rahmat-Nya kepada pasangan suami istri Hermawan Setiadi dan Sri Hastuty berupa kelahiran seorang bayi perempuan yaitu penulis dengan berat 3,4 kg dan panjang 50 cm yang kemudian diberi nama Sekar Dwiska Tyadi.
Nama Sekar ini diberikan oleh orang tuaku yang memiliki arti bunga, diharapkan penulis tumbuh menjadi anak yang membanggakan dan dapat mengharumkan nama kedua ayah bundanya. Sedangkan Dwiska yang menunjukan bahwa aku merupakan anak kedua, dan Tyadi merupakan nama gabungan kedua orang tuanya yaitu Hastuty dan Setiadi.
Tahun pun berlalu, aku tumbuh menjadi bocah yang lucu menggemaskan dengan kulit yang berwarna sawo matang dan mata yang sipit. Aku pada saat itu tergolong anak yang manja, pemalu, dan sangat susah untuk bergaul. saat berpergian misalnya, aku tidak pernah jauh-jauh dari ibunya karena aku agak canggung dengan dunia luar. Namun, jika aku telah mengenal orang-orang, maka aku pada saat itu merupakan bocah yang asyik untuk diajak bercanda.



Masa Sekolah
Taman Kanak-Kanak
Taman Kanak-Kanak
Karena sifatku yang pemalu dan susah beradaptasi di lingkungannya, maka saat itu aku terlambat untuk memasuki masa taman kanak-kanaknya. Pada saat itu, aku selalu bertanya pada ibuku bagaimanakah rasanya bersekolah dan memiliki banyak teman, dan ibuku akan segera bercerita pada penulis tentang indahnya memiliki teman yang banyak dan bermain bersama. Pada saat itu pun, aku termotivasi untuk segera bersekolah dan mencoba untuk mencari banyak sahabat.
Hari pertama sekolah pun tiba, aku sangat antusias untuk berangkat ke sekolah barunya, yaitu TK. IKAL DOLOG (jalan dokter susilo). Ditemani ibuku, aku berangkat dengan berjalan kaki karena sekolahnya relative dekat dengan rumahku. Sengaja dipilihkan oleh ibuku agar mudah dijangkau dari rumah. Sesampainya aku di sekolah, aku pun mulai merasa tidak nyaman dengan lingkungan. Bertemu dengan guru baru yang asing, awalnya aku merasa biasa saja namun disaat aku melihat temanku yang menangis meminta pulang, maka aku pun takut dan akhirnya aku selalu meminta ibu untuk menungguku sampai aku pulang.
Berapa lama di sekolah itu, aku mulai bisa beradaptasi bahkan tumbuh menjadi anak yang aktif dan ceria. Aku suka bernyanyi di depan kelas, menari, dan menggambar. Aku juga telah memiliki banyak teman disana. aku juga anak yang tanggap dan cepat menangkap apa yang diajarkan guru. Maka pada saat itu, guruku suka mengikutsertakan aku dalam lomba seperti lomba menyanyi dan lomba mewarnai. Walaupun aku tetap memiliki rasa malu dan sering menangis karena takut ditinggal ibu saat di sana perlombaan, namun pelan-pela aku sudah bisa mengatasi itu semua. Dan jika aku gagal dalam perlombaan, maka aku mulai menyadari bahwa menangis atau ketakutan itu tidak baik. Dibuktikan olehku pada saat tamat taman kanak-kanaknya, aku menjadi salah satu murid berprestasi disana.
Sekolah Dasar
Setelah lulus dari taman kanak-kanak, aku melanjutkan pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi yaitu sekolah dasar. Orang tuaku berniat untuk memasukkanku ke sekolah dasar yang terkenal saat itu yaitu SDN. 2 Rawalaut. Pertama kali aku melihat sekolah itu, aku sangat kagum karena sekolah tersebut sangatlah besar dan megah, namun tidak berwarna warni seperti sekolahku dulu. Aku berfikir pastilah akan ramai orang asing disana dan aku kembali merasa takut. Namun mamaku pun menenangkanku dan rasa takutku sedikit mereda.

Sekolah Dasar
Setelah lulus dari taman kanak-kanak, aku melanjutkan pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi yaitu sekolah dasar. Orang tuaku berniat untuk memasukkanku ke sekolah dasar yang terkenal saat itu yaitu SDN. 2 Rawalaut. Pertama kali aku melihat sekolah itu, aku sangat kagum karena sekolah tersebut sangatlah besar dan megah, namun tidak berwarna warni seperti sekolahku dulu. Aku berfikir pastilah akan ramai orang asing disana dan aku kembali merasa takut. Namun mamaku pun menenangkanku dan rasa takutku sedikit mereda.
Hari
pertama aku masuk, aku duduk di kelas 1D yang muridnya berjumlah 50an siswa.
Saat itu aku duduk sebangku dengan teman baruku bernama Nova, Nova adalah anak
yang sedikit kasar dan galak. Aku merasa tidak cocok dan kumat sifatku yang
dulu, menangis dan tidak ingin ditinggal oleh ibuku. Ibuku pun berkonsultasi
pada wali kelasku sehingga akhirnya aku pindah duduk dan aku duduk dengan Atha,
Atha adalah anak yang lembut dan mengerti sifat aku. Aku pun cocok dengannya
dan mulai terbiasa di sekolah itu.
Aku
tumbuh menjadi anak yang cemerlang dan aktif di di kelasku. Aku juga memiliki
banyak teman baru yaitu, Putri, Ines dan Bella. Aku juga bisa mengikuti
pelajaran dengan baik, terbukti dengan aku menjadi juara kelas di kelasku. Di kelas
2, aku tetap berada di kelas 2D dan muridnya pun tetap sama. Di saat ingin naik
kelas, aku disarankan oleh guru kelasnya untuk mengikuti tes masuk kelas
unggulan pada waktu itu. Maka, aku dengan sahabat-sahabatku pun mengikuti tes
untuk masuk ke kelas 3 unggulan yaitu kelas 3A. akhirnya setelah dinyatakan
lulus tes, aku masuk di kelas unggulan bersama Putri dan Ines. Pada semester
pertama, aku yang biasanya menjadi juara kelas kini turun peringkatnya ke
peringkat sepuluh di kelas unggulan tersebut. Wajar, karena murid-murid di
kelas tersebut merupakan anak-anak yang sangat aktif dan memilliki rasa
persaingan yang kuat, sehingga aku harus lebih rajin belajar. Pada semester
berikutnya, aku mulai bisa bangkit dan peringkatnya pun bisa naik. Dari kelas 3
sampai kelas 6 aku berada di kelas yang sama dengan murid-murid yang sama.
Guru-guru di kelasku mengajarkan murid-muridnya untuk bersifat kritis dan
menjadi anak yang selalu ingin tahu.
Di
kelas 6, aku senang dengan kegiatan menari, tari tradisional Lampung yaitu tari
bedana. Aku pun sering ikut serta dalam lomba menari, bahkan aku dan
teman-temanku sering menari di pesta pernikahan anak guru-guru jika diminta.
Walaupun aku suka dengan kegiatan menari, namun aku tetap fokus pada pelajaran
di kelasku. Pada akhir ujian nasional, aku dapat mengerjakan soal-soal dengan
baik, dan Alhamdulillah aku menjadi salah satu peraih juara umum Ujian Nasional
di kelasku dan satu sekolah.

Bersama teman-teman SDku di halaman SMPN 2 Bandarlampung, sehabis tes RSBI
Sekolah Menengah
Pertama
Setelah lulus dari sekolah dasar, aku
mendaftar pada sekolah menengah pertama tujuanku yaitu SMPN 2 Bandar Lampung
yang merupakan sekolah favorit di Bandar Lampung. aku ingin mencoba memasuki
sekolah itu pada program RSBInya. Tes yang harus dijalani cukup banyak, seperti
seleksi berkas, lalu dilanjutkan dengan tes akademik, tes psikotes, tes
kemampuan mengoprasikan komputer, dan yang terakhir adalah tes wawancara
bersama orang tua. Pada semua tes aku bisa mengerjakan dengan baik kecuali tes
komputer. Pada saat itu aku tidak bisa mengerjakan salah satu perintah pada tes
tersebut, sehingga aku merasa sangat down dan sudah pesimis. Setelah tes,
keluargaku mengajakku berjalan-jalan untuk mengurangi rasa tegang yang habis aku
rasakan dan terus mendukung mendoakanku agar lolos masuk ke SMPN 2 Bandar
Lampung.
Tiba
lah hari pengumuman penerimaan siswa baru di SMP 2. Aku melihat pengumumannya
melalui internet. Aku merasa pesimis pada saat itu. Setelah satu-persatu nama
dilihat, ternyata Alhamdulillah aku lolos dam masuk ke SMP 2. Tak hentinya aku bersyukur
saat itu. Maka mulai hari itu, aku resmi menjadi siswa baru SMPN 2 Bandar
Lampung.
Pada
hari pertama masuk, aku mengikuti masa orientasi di sekolah baruku. Masa
orientasi ini bertujuan untuk mengenalkan siswa-siswa baru tentang sekolah baru
tersebut. Aku diajarkan menyanyikan lagu hymne dan mars SMP 2, pbb, dan
mengenal wiyata mandala SMP 2. Setelah menjalankan masa orientasi tiba saatnya
untuk pembagian kelas. Aku masuk di kelas 7RSBI3. Di kelas itu, hanya sedikit
siswa yang merupakan alumni SDN 2 Rawalaut di kelas itu, aku juga tidak sekelas
dengan sahabat SDnya yaitu Putri. Sehingga aku pun mulai mencari teman yang
baru.
Aku
pertama berkenalan dengan siswi dari SD Al.Azhar yaitu Cindi. Cindi juga adalah
murid satu-satunya dari al azhar disana sehingga dia pun belum memiliki teman.
Karena kesamaan inilah aku bersahabat dengan Cindi. Setelah beberapa lama masa
pembelajaran berlangsung, aku sudah memiliki sahabat sepermainan yaitu Cindi,
Fani, Intari, Rara, Rana dan Ribka. Kami sering bermain dan belajar bersama.
Biasanya aku dan teman-temanku bermain di rumah nenek Rana. Rumah itu bisa
dibilang basecamp tempatku dkk belajar dan bermain. Pada kelas 7 ini, aku dapat
mengikuti pelajaran dengan baik, sehingga aku bisa meraih peringkat 3 besar di
kelasku.
Setelah
naik ke kelas 8, aku masuk ke kelas 8RSBI3. Di kelas itu, aku tsekelas lagi
dengan Cindi. Aku pun bertemu lagi dengan Putri. Di kelas 8, aku mencoba
berorganisasi dengan mengikuti kegiatan OSIS. Setelah melalui beberapa tahap
tes, aku berhasil menjabat sebagai sekretaris 1 OSIS yang aku inginkan. Di OSIS
aku benar-benar merasakan kekeluargaan dan kekompakan. Di saat mengadakan event, semua kompak dan benar-benar
dituntut pertanggungjawaban atas tugasnya masing-masing sehingga acara berjalan
dengan lancer dan sukses.
Selain
aktif di OSIS, aku juga sering mengikuti lomba bahasa inggris yang aku minati,
yaitu Pidato Berbahasa Inggris. Aku sering menggaet juara dalam perlombaan,
walau kadang kalah namun aku tidak menyerah dan menjadikan kekalahanku sebagai
pembelajaran buat diriku.
Karena
keaktifan dalam berbagai kegiatan, nilaiku pun sedikit turun dari biasanya. Ini
disebabkan aku sering tidak mengikuti pelajaran karena dispensasi dan akhirnya
aku ketinggalan pelajaran. Namun pada semester kedua, aku bisa mengejar ketertinggalanku
dan nilaiku pun kembali naik.
Semester
4 pun berlalu, aku naik ke kelas 9 yaitu kelas 9 RSBI3. Di kelas ini aku kembali
sekelas dengan Cindi dan Putri. Aku sangat senang karena aku tidak terpisah
dengan sahabat-sahabatku. Pada semester ini, aku sudah tidak lagi terlalu aktif
dalam organisasi karena harus bersiap menghadapi Ujian Nasional. Namun aku masih sering mengikuti perlombaan
bahasa inggris. Di kelas 9 ini, aku benar-benar merasakan kekompakan yang luar
biasa di kelasku. Aku dan teman-temanku memberikan nama pada kelas kami yaitu
UPIX3. Upix diambil dari nama wali kelas kami yaitu ibu Upik. Ibu Upik
merupakan wali kelas yang sangat pengertian, suka bercanda, dan mengerti
murid-murid kelasnya. Di kelas ini, aku semakin bersemangat belajar karena
keadaan kelas yang sangat asyik.
Di
semester 2, aku benar-benar tidak mengikuti kegiatan apa-apa lagi, sekarang aku
disibukkan dengan les unutk menghadapi UAN. Namun walaupun begitu, aku masih
sempat bermain dengan teman-temanku sebelum les. Aku juga di rumah disibukkan
dengan belajar mengerjakan soal-soal.
Tiba
saatnya Ujian Nasional, aku pun bisa mengerjakannya dengan baik. Hasilnya,
walaupun aku tidak masuk pada juara umum UAN di SMP, namun nilai yang dicapai
cukup memuaskan. Setelah menerima nilai akhir, aku mengikuti acara perpisahan
yang benar-benar mengasyikkan. Saat liburan juga, aku menghabiskan waktuku
dengan berlibur bersama kelas kesayanganku, UPIX3.
aku bersama kelasnya, UPIX3
Sekolah Menengah Atas
Setelah lulus dari SMPN 2
Bandar Lampung, aku mendaftarkan diri ke sekolah favorit pilihanku, yaitu SMAN 2 Bandar
Lampung. Aku mencoba masuk melalui jalur non-tes prestasi Seni dan Olahraga
dengan menggunakan kemampuanku berpidato bahasa inggris. Tes diadakan sebelum
tes tertulis diadakan. Tes yang pertama yaitu seleksi berkas. Pada seleksi ini,
dilihat dari nilai masing-masing pendaftar, apakah nilai mereka lebih dari standar
atau tidak. Standarnya saat itu yaitu 75. Alhamdulillah aku lolos pada tahap
ini. Dilanjutkan dengan tahap wawancara dengan orang tua. Pasa tes ini, orang
tu pendaftar akan diwawancara sedangkan pendaftar akan dites kemampuannya.
setelah tes selesai, aku dinyatakan lulus dan masuk ke SMAN2 Bandar Lampung. Aku
sangat bersyukur saat itu.
Hari pertama sekolah pun
tiba, aku mengikuti masa orientasi di SMA 2. Setelah MOS 6 hari berlalu, aku masuk
ke kelas X6 dengan wali kelas Ibu Emmywati Noer.
Aku mengikuti beberapa
ekskul yaitu HSEC dan Bina Vokalia. Tadinya aku ingin mengikuti ukskul ssbc,
namun aku mengurungkan niatku karena sudah terlalu banyak kegiatan yang aku
ikuti, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Walaupun masih kelas satu
tetapi aku sudah disibukkan dengan banyak kegiatan les dan ekskul. Aku beranggapan
SMA ini adalah masa dimana kita dapat mengekspresikan diri sekaligus masa
penentuan bagaimana kehidupan kita dewasa nanti. Maka dari itu aku melakukan
banyak kegiatan agar dapat meraih cita-citaku kelak.

aku dan sahabatku, aku berada di tangah :)


0 komentar:
Posting Komentar